
Sangat menyenangkan ya kalau bisa temani si kecil di setiap momen ia bertumbuh kembang.
Dan dalam prosesnya bertumbuh, selain melihat fisik, orangtua pun juga tahu kalau ada perkembangan yang juga harus dioptimalkan si kecil yaitu kemampuan sosial.
Lalu apa itu perkembangan sosial?
Beberapa ahli menyebutkan pada dasarnya sejak dalam kandungan, bayi sudah melakukan interaksi, terutama dengan orangtuanya.
Perkembangan sosial merujuk pada kemampuan bayi merespon dengan baik di lingkungan sekitarnya.
Sama halnya fisik, seiring waktu kemampuan sosial si kecil akan terus berkembang. Maka itu, orangtua harus mengenal betul tahapan dan perkembangan sosial pada bayi tersebut.
Bulan 1
Perkembangan sosial masih samar atau sangat terbatas. Namun bayi sudah berinteraksi lewat kontak mata, tangisan, gerak tubuh ketika dengar suara yang ia kenal seperti suara Ayah atau Ibu-nya.
Bulan 2
Sudah bisa menikmati melalui respon senyuman meski belum terlalu sering, mulai mengamati orang dan lingkungan sekitar.
Bulan 3
Semakin enjoy berinteraksi dengan orangtua maupun orang-orang terdekat. Sudah bisa memulai interaksi lewat gumamannya dan mampu menirukan beberapa ekspresi.
Bulan 4
Ketika bertemu bayi lainnya, ia bisa merasakan dan menunjukkan antusiasme lewat gerak tubuh serta memunculkan ekspresi senang.
Bulan 5
Mampu membedakan mana yang anggota keluarganya dan mana yang bukan keluarganya. Juga sudah mampu menyampaikan keinginannya.
Bulan 6
Semakin ekspresif dan bisa bermain baik dengan orang-orang di sekitarnya.
Bulan 7 & 8
Mulai menirukan apa yang diucapkan Ibu meski belum terlalu jelas, interaksi dengan sekitar semakin baik.
Bulan 9-12
Interaksi sosial terus meningkat, semakin responsif saat berkomunikasi dengan lingkungan sekitar. Memahami bagaimana ia marah, bahagia, mau dan tidak mau, perintah sederhana juga mulai paham.
Untuk mengembangkan kemampuan interaksi sosial anak dengan baik, orangtua juga bisa lho memilih perangkat stimulus yang edukatif non gadget seperti Baby Book yang sesuai usia dan milestone tumbuh kembang anak. Tiap halamannya terdiri dari kegiatan interaktif berbeda yang akan membantu menstimulasi kognitif anak dan disertai warna-warna cerah yang akan mendorong anak bersemangat bermain.

Sambil storytelling dan mempererat bonding, lewat Baby Book orangtua bisa mendorong kemampuan bahasa si kecil sekaligus optimalkan sensomotoriknya yang akan bermanfaat di masa depannya nanti.
Semoga informasi ini bermanfaat!
