
Memandikan buah hati merupakan momen seru apalagi bagi orang tua baru yang bakal jadi pengalaman pertamanya. Akan ada banyak catatan yang perlu diingat entah dari orang tua Fobbies, sanak saudara, atau bestie yang katanya nggak boleh ini nggak boleh itu. Tapi apa sebenarnya kesalahan umum yang sering dilakukan saat memandikan si kecil?
Nah, berikut 5 (lima) kesalahan yang sering terjadi saat memandikan kesayangan Fobbies:
Tidak melakukan persiapkan dengan baik
Sebelum memandikan si kecil memang ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti bak mandi yang diisi air, sabun, handuk, pakaian bersih untuk ganti setelah mandi, dan produk-produk perawatan untuk kulit lembut si kecil lainnya. Nah, bayangkan jika persiapan ini tidak dilakukan dengan baik, Fobbies pasti akan meninggalkan si kecil sendirian untuk mengambil keperluan yang kurang, malah akan jadi khawatir dan cemas bukan? Jadi jangan sampai terlewat persiapannya ya Fobbies!
Air yang digunakan terlalu panas
Ternyata oh ternyata, air yang digunakan untuk si kecil mandi punya suhu yang ideal loh! Hal ini penting agar air tidak terlalu dingin atau terlalu panas yang akan membakar kulit sensitif si kecil. Makanya air hangat adalah air yang paling pas untuk memandikan si kecil dengan suhu sekitar 37 derajat celcius.
Lalu, bagaimana kita dapat memastikan air yang digunakan memiliki suhu yang tepat. Nah, Fobbies bisa menggunakan bak yang sudah dilengkapi dengan alat pengukur suhu air (termometer mandi) sehingga tidak perlu repot memastikan air sudah pas atau belum. Tapi jika Fobbies tidak memiliki atau tidak menggunakan termometer, cara cepat untuk memeriksanya adalah dengan menggunakan siku untuk mengukur suhu, bukan dengan tangan. Diamkan siku 5-10 detik di dalam air untuk memperoleh suhu kasar air.
Menggunakan produk yang menyebabkan iritasi
Kulit bayi yang sensitif memerlukan produk perawatan yang tepat. Makanya, momen setelah mandi merupakan momen yang biasanya orang tua memberikan berbagai produk perawatan yang aman dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit bayi.
Area mandi tidak aman untuk si kecil
Area sekitar mandi si kecil tidak kalah penting untuk diperhatikan. Pastikan area tersebut bersih dan aman, menjaga agar permukaan lantai kamar mandi tidak licin, tidak ada benda tajam dan keras yang bisa melukai si kecil.
Beberapa tips yang bisa dipakai untuk menjaga keamanan area mandi adalah gunakan penutup-anti selip yang diletakkan pada dasar bak mandi agar tidak licin, kemudian jangan isi bak mandi terlalu penuh untuk mengurangi resiko tumpah sehingga lantai jadi licin, dan terakhir yang pasti jangan pernah tinggalkan bayi tanpa pengawasan.
Tidak memanfaatkan momen mandi untuk bonding
Momen mandi bisa jadi kesempatan berharga untuk menciptakan waktu berkualitas dengan si kecil. Ada banyak ide aktivitas yang bisa dilakukan untuk bonding, memperkuat ikatan antara orang tua dan anak.
Selain menjadi media bermain sembari mandi, menggunakan mainan untuk menemani si kecil mandi juga bisa jadi sarana membangun bonding antara orang tua dan anak. Nah, Baby Book Bath Time bisa jadi pilihan yang tepat untuk diberikan si kecil. Berisi 6 (enam) halaman dengan aktivitas berbeda yang bercerita tentang Pippy yang sedang membersihkan badannya dengan mandi. Terdapat berbagai aktivitas seru seperti pada halaman ke-2 (dua) si kecil bisa mengisi mika dengan air atau pada halaman ke-4 (empat) si kecil dapat memasukkan bebek-bebek karet ke dalam kantong. Permainan penuh aktivitas tersebut dapat melatih sensomotorik anak serta mengasah kemampuan berpikir dan kognitifnya.
So, hindari kesalahan-kesalahan diatas ya Fobbies, untuk menciptakan kenangan tak terlupakan dan si kecil menikmati momen mandi nya. Tumbuh cerdas bersama!
